Sabtu, 27 Juli 2013

Up And Down

Fiuhhhhhhhhhhhhhhhh
Akhir-akhir ini pengen nulis. Tapi kejebak norma-norma. I can't be the one I used to be anymore. Akhir-akhir ini ada masalah batin, gak bisa ngungkapin secara eksplisit, teman nyaranin buat nulis di blog. Itu juga rasanya gak enak, kalau-kalau tulisan itu pada akhirnya menyinggung satu dan lain pihak. 

Hidup udah kayak dipenjara aja, omongan dijaga, tulisan juga dijaga. Jadinya bingung, batasan antara Ichin sebagai seorang guru dan Ichin secara pribadi itu dimana ya. Jadi mempertanyakan, saya masih punya kehidupan pribadi apa tidak? Apalagi di zaman serba canggih, orang bisa tahu kita sedang apa dan berbuat apa tanpa harus melihat kita. 

Kadang pengen melampiaskan isi hati aja tanpa perlu berpikir "saya ini guru lho". Saking nutupin diri, akhirnya malah jadi pengen nangis. Damn! Hidupku asyik banget!!!!! Mending bisa nangis, tapi nangis juga gak bisa, cengeng banget kesannya. Hahahaha, jadi lucu liat diri sendiri. 

Jadi hari ini niatnya mau nulis isi hati, tapi keburu chat ma Jo, my lovely portable trash bin. Jadi perasaan udah lega. Intinya cuma butuh tempat untuk memuntahkan perasaan aja. Dibantu lagi sama baca-baca blognya Yus dan Nova. Jadi lupa deh masalah dihati. 

See, I am easily happy person. 

Oh, iya. Aku juga udah mulai gak berani nulis lagi kalo udah diatas jam 12 malam. Karena biasanya tulisanku dijam segitu isinya ngawur dan diluar kesadaran. Paginya baru sadar kalo aku udah melakukan hal yang memalukan. Kaya' hangover aja, hahahaha.

Kata Jason Mraz sih, 'cause we're only human..................


Senin, 22 April 2013

Andai Ah... Ah... Ah... Aku Jadi Orang Kaya

Didalam diriku ini selalu ada keinginan jadi orang kaya. Kalau kaya rasanya bisa melakukan apa-apa lebih mudah. Bukan dalam hal negatif sih. Dalam pemikiranku, kalau aku kaya, lebih gampang membahagiakan orangtua, lebih gampang membantu orang lain, pokoknya lebih gampang semuanya. Lalu terbersit lagi, aku tuh kalo kaya mau bikin orang senang, mau bisnis ini itu, jadi membantu orang juga dalam lapangan pekerjaan. Tapi Tuhan kok belum memberikan kekayaan padaku ya?

Walaupun ingin jadi orang kaya, bukan berarti aku tidak bersyukur. Puji Tuhan, Tuhan beberapa bulan terakhir memberi pencerahan padaku. Aku diberikan nikmat hidup dalam kebahagiaan. Aku tetap dibiarkan menghadapi cobaan, menderita sakit, puyeng urusan bisnis, dan lainnya, tapi Tuhan memberikanku anugrah untuk tetap bersyukur dan menerima apapun yang tengah terjadi. Sehingga bisa melalui semuanya dengan bahagia. Bisa dibilang frekuensi marahku yang tadinya 9,9 turun ke skala 4 (tapi aku masih suka gemes kalo ada murid yang ga ngeh-ngeh udah gimanapun mengajarinya). Ketika aku udah gak marah-marah lagi, hidup ini terasa lebih mudah. Aku juga sangat bersyukur punya keluarga yang selalu ada untuk setiap keadaan. Yang terus berusaha mengerti akan keputusan-keputusan yang kuambil, walau mungkin tidak sesuai dihati mereka. Mereka sangat menghormati dan menghargai apa yang aku lakukan. Aku sangat berterima-kasih sekali untuk itu.

Kalau sudah menerima semua itu dan masih ingin kaya, itu termasuk maruk gak ya? Karena banyak sekali orang yang hidup dengan kepala menengadah keatas terlalu sering sampai tidak bisa melihat kebawah lagi. Ada orang yang cuma melihat kedalam diri sehingga tidak ada henti-hentinnya mengasihani diri. Ada lagi orang yang merasa memiliki segalanya tanpa punya apa-apa. Sementara aku, dimata beberapa orang orang adalah sosok yang tangguh dan hebat, karena bisa mempunyai bisnis, mempekerjakan beberapa orang, melakukan pekerjaan mulia (baca: guru). Beberapa orang bilang mereka kagum denganku. Tapi jujur saja semua anggapan mereka tidak pernah memuaskanku dan tidak sedikitpun menaikkan telingaku, karena aku merasa aku belum cukup kaya untuk membahagiakan orangtuaku, membantu orang lain dan lainnya. Aku justru merasa malu kalau harus bertemu dengan teman-teman lama. Rasanya seperti langit dan bumi. Mereka semua sepertinya sudah hidup mentereng atau sudah menikah, sementara aku masih mikir-mikir kapan punya modal buat DP rumah, kalau masalah jodoh, jangan ditanya.

Lalu didalam hati aku bertanya lagi, memangnya kalo aku udah kaya, orangtuaku bakal bahagia? Bener gak bakal bantu orang-orang? Atau malah terlena hidup dengan lembaran kertas-kertas bernama uang? Mudah-mudahan sih ya, orangtuaku bakal bahagia, mudah-mudahan orang-orang jadi terbantu. Mudah-mudahan aku juga bisa tambah bahagia.

Aku jadi penasaran dengan diriku yang sudah kaya, jadi Tuhan, ayo dong bikin aku jadi kaya.........  

Selasa, 02 April 2013

I Have So Many Things In My Mind


It's an hour after midnight and I can't sleep. Every time I close my eyes, I'm thinking about something. Nothing really important but still keep me awake. I just celebrate Efokids' first birthday. It's only a year but so many things have happened. Sometimes makes me laugh and sometimes makes me sad.


I thank God for the way He gives me so many lessons in my life. He taught me to be strong, he taught me how to keep business, He taught me to handle problems. And I love Him so much but He loves me more. Thanks God for letting me enjoy this one year, being someone who is in charge for everything. For letting me learn to be the best I can. I know this is not the end and I have to fight for many things in front of me, but God will always be my guardian.

Beside Efokids, I have many things that I want to do for the next project. I still want to make my own bag brand (which is in progress), I still want to make my own kindergarten (I hope I can make it in two years, or next year????). Oh yeah, I still have my bead project. Well, I'm a big girl with big dream.

The day before Efokids' birthday, I told my father about it. My father told me how the time pass by just like that. It goes without us realize it. Then it's came. My father asked me about my age and asked me about BF which is not my priority at the time. But when father asks you, you can't casually forget it. So it came to me and haunted me. After my mother passed, my highest dream is to make my father happy and to make my father proud of me. One of my father's happiness is to see me to have my own family. And I fell like I am thousand miles from it. I do want to get married one day, but not today. And looking for a husband is not easy as you're looking for employee (well, looking for employee is really hard). You can't just pick someone you know. And I don't really have time to build any relationship right now (or I don't want to try it??). And the main problem is I'm too far away from social life. I don't know someone new except for my pupil. I don't meet people, I don't hang out, I don't get out. So basically my life is around workplace and home. One of my friend told me to get BF from my Facebook. And the thing is I don't feel comfortable to talk on social media if they aren't my close friend. The conclusion is I am far away from the marriage life.

I still have one or two things in my mind but I can't share it. When you can't share your problem with other it's cause a new problem. So maybe tomorrow the problem will be three or four. Hahahahaha......
But I have changed, on my old days I took every problem really serious  and it's kill me and every decision I made seems not good enough. I was not happy. And now I am not the one I used to be anymore (thanks God) and I feel happy. And the best thing is I become very positive person. And I like it very very very very much.

Oh My God, it's two o'clock already. I have to sleep!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 17 Maret 2013

DEAR DIRECTOR

Berastagi,  18 Maret 2013   
Kepada YTH: Bapak sutradara
di tempat

Bersamaan dengan surat ini saya ingin memberitahukan kepada Bapak perihal keberadaan saya. Saya hanya mengira-ngira apakah Bapak memiliki lowongan untuk pemeran utama wanita. Apabila Bapak memiliki lowongan, sudilah kiranya Bapak meluangkan waktu untuk membaca resume saya, sbb:

Nama          : Ichin Purba
Usia             : 26 tahun
Pendidikan   : S1 Psikologi

Saya memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam bidang perfilman, terbukti dengan waktu yang sudah saya habiskan untuk menonton film-film dan drama Korea. Saya bisa bekerja secara personal maupun dalam tim. Saya tidak pernah memiliki masalah ketika nonton sendirian di kamar ataupun beramai-ramai di bioskop. Kemampuan akting saya bisa dikatakan diatas rata-rata anak TK. Saya sudah banyak membintangi drama-drama kehidupan dan saya akan menuturkan beberapa diantaranya.

1.     Cintaku sebatas puding (Genre : Romantic Comedy Tragic)
Saya berperan sebagai Ichin, cewek yang naksir seorang cowok dan memberikan puding untuk menunjukkan cintanya. Cerita berakhir tragis, karena Ichin gak berani melakukan hal lain, selain memberikan puding.

2.     Malam-malam kelabu (Genre : Drama, Tragic)
Hari-hari dimana pemeran utama (saya) harus menangisi beberapa hal dalam kehidupan. Cerita ini diharapkan bisa berakhir bahagia.

3.     Guruku Pelitaku (Genre : Drama, Education)
Disini saya juga berlakon sebagai pemeran utama, perjuangan seorang guru untuk mendidik anak muridnya dengan cara-cara yang menyenangkan. Sang guru hanyalah manusia biasa, yang kadang bisa khilaf dan menjadi marah, namun dibalik semuanya, dia sangat menyayangi anak-anaknya. (Drama masih tayang dan belum tahu kapan akan tamat).

Disamping tanyangan diatas, saya juga pernah berperan dalam beberapa pertunjukan teater, sebagai contoh:

1.     Ulang tahun Okta
Drama ini mengisahkan tentang keusilan seorang sahabat dalam rangka ulang tahun teman sebangkunya. Tanpa sebab dan musabab Ichin marah besar pada teman sebangkunya, tidak cukup hanya satu jam, Ichin terus-menerus marah hingga sekolah usai. Diakhir pelajaran Ichin yang sangat marah mulai menuduh temannya yang tidak setia, yang menusuknya dari belakang. Okta, teman sebangkunya merasa tidak melakukan apa-apa. Okta menangis, dituduh dan dipermalukan dihadapan teman sekelas. Ichin menunjukkan bukti kajahatan Okta dan tiba-tiba.... plak, telur mengalir dari kepala Okta.

2.     Citttttttttttt BUMP!!!!
Dalam rangka retreat Fakultas Kedokteran, diadakanlah pertunjukan drama. Saya berperan sebagai pengendara sepeda motor yang menabrak korban (Bona). Maaf, peran saya cuma segitu doang, tapi banyak ada yang bilang akting saya bagus dan total sekali dan sekarang orangnya udah jadi dokter. (Sekarang kalau dipikir2, kok mau ya saya berperan bego begitu, disaksikan oleh seluruh anak kedokteran, keperawatan, dan psikologi lagi! Tapi yang namanya artis itu ga memandang peran, semua peran itu besar).

3.     Derita OSPEK-mu
Disini saya berperan sebagai kakak senior yang galak dan sangar. Yang selalu menekan adik-adik kelasnya. Saya memperbudak mereka untuk hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Memarahi mereka secara berlebihan. Menyiksa mereka secara batin. Drama ini berakhir bahagia, dimana saya selalu dikucilkan adik kelas karena dianggap JAHAT. (Hmmm, disini saya tidak berakting, karena dalam keseharian saya memang Jahat dan Kejam.)

Demikianlah surat lamaran ini saya perbuat dan semoga menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak. Saya sangat mengharapkan panggilan dari Bapak, kalau tidak sempat telepon, Bapak bisa SMS, saya juga bisa dihubungi melalui Whatsapp dan Facebook. Maaf Pak, saya tidak punya twitter.

NB : Pak, saya cuma mau menjadi pemeran utama.

                                                                                                Terakting



                                                                                                 Ichin   
      
 (Pemikiran bego yang muncul setelah ngobrol dikit dengan seorang sutradara "Orizasativa")