Kamis, 26 Januari 2012

Death By Smoke


Seriously!!!!
Kenapa sih ada aja orang di dunia ini yang keukeuh merokok di depan, ralat TEPAT DI MUKA ORANG LAIN!!!


Mungkin bagi sebagian merokok itu asyik, gaul, cool, or whatever lah. Gak masalah lah kalo mau merokok, tapi setidaknya jangan ikut merugikan orang lain dong. Pernah gak kamu-kamu sekalian para perokok dikasih makanan atau benda yang paling kamu jauhin seumur hidupmu tapi seorang yang tidak dikenal malah sok-sok-an menyodor-nyodorkan makanan atau benda itu ke kamu. Gimana rasanya????!!!!

Enak? Enak? ENAK GAK???!!!!

Enggak kan! Yah, sadar dong, begitu jugalah rasanya buat kita. Stop smoking in front of other peoples. Sudah sewajarnyalah rakyat Indonesia ini dididik untuk bersikap sopan. Bullshit-lah dengan semua kebudayaan, adat istiadat yang memang sedari dulu membentuk pria/wanita Indonesia memakai rokok sebagai bagian dari tradisinya. Move on! Berasimilasi dong dengan perkembangan dunia. Tahu gak sih rokok tuh banyak banget resikonya? Pasti tahu, cuma belagak bego aja. Alasannya kalo gak merokok bisa gemuklah, kalo gak merokok gak bisa mikirlah, bla...bla...bla.... Emang otak situ kali yang dah soak. Refresh gih! Mau tahu caranya? Berhenti merokok, biar kandungan oksigennya makin banyak. Edan! Emang situ dari bayi dikasih rokok buat belajar apa?

Selain udah berdosa karena ikut serta dalam usaha pembunuhan manusia secara massal, perokok juga berdosa karena udah bikin orang lain yang merasa terganggu menjadi marah. Contohnya ya saya ini. Sesak Pak! Sesak banget rasanya! 

Kadang kalo mood lagi jelek banget, tiba-tiba terlintas di kepala buat langsung marahin perokok-perokok itu. Yang parahnya kalo dikasih tahu baik-baik, perokok tuh suka malah nambah ngisap dalam-dalam rokoknya. BT gak sih jadinya? Tolonglah dengan segala hormat, hormati orang lain disekitar Anda.

Padahal kalo anaknya dirumah ketahuan merokok, bapaknya bakal senewen. Pake acara marah-marah. Katanya :"Dasar anak kurang ajar, kecil-kecil udah merokok. Besar mau jadi apa kamu?!" 
Untung anaknya gak balas : "Dasar bapak gak tahu diri! Sudah besar masih belum tahu harus berbuat apa. Mau cepat mati kamu?"

Buat para perokok yang baca entry ini, tolong berhenti merokok di depan orang lain.
Sekian dan terima kasih.

Note : Saat ini penulis mengetik dengan penuh kemarahan. Apabila dikemudian hari Anda tidak berkenan dengan tulisan ini, silahkan salahkan perokok.

Rabu, 25 Januari 2012

First Field Trip


Sabtu lalu, jadwal field trip pertama kami. Yes!!! Ini pertama kalinya jalan bareng anak-anak preschool.  Bukan one on one seperti biasanya, tapi kali ini kami akan pergi keroyokan. Tiga murid plus dua guru kok dibilang keroyokan? Pasti menurut orang-orang itu sepele banget. Tapi percayalah, jika Anda berhadapan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus, tiga anak juga udah kerasa banget banyaknya. Hehehe....
Dengan memantapkan hati dan meneguhkan iman kami berangkat dengan penuh perjuangan. Puji Tuhan di awal perjalanan Adella dan Augino gak bertingkah yang aneh-aneh. Mereka menuruti semua kata-kata Miss Ichin (ya Tuhan kenapa gak selalu seperti ini? : berdoa, berdoa, dan selalu BERDOA). 

"Augi ayo ke kamar mandi, pipis dulu. Ok, selanjutnya Adel, pipis dulu. Bunga, ayo pipis dulu." Eh.... Bunga kenapa lagi dirimu????

Ternyata, pagi itu Bunga (nama sebenarnya) memutuskan untuk ngambek. Banyak hal yang bikin mood anak autis berubah 180 derajat. Mulai dari memang dari sononya anak autis belum bisa mengontrol emosi mereka, makanan yang mereka makan, aktivitas mereka yang tidak seperti biasanya, dan berjuta hal lainnya. Wuiihhhh... Dan Bunga memilih hari ini untuk ber-bad mood ria.
Aku udah nentengin kantongan plastik yang isinya bola buat mainan anak-anak plus tenda buat tempat main anak-anak, plus kanan-kiri menggenggam tangan Adel dan Augi. Sementara Bunga milih duduk di lantai teras yang basah sisa hujan kemarin sambil menghentak-hentakkan kaki atau melempar apa aja yang ada didekatnya.

Ayo dong, Bunga...? Augi dan Adel udah excited aja mau jalan-jalan. Bunga malah BT karena begitu sampai sekolah malah diajak keluar jalan-jalan bukannya main didalam ruangan seperti biasanya. Demi kenyamanan bersama, aku mengajak Adel dan Augi untuk naik mobil duluan. Sempat takut juga rasanya waktu bawa anak-anak keparkiran yang letaknya tepat di tepi jalan, takut tuh anak-anak inisiatif sendiri menghadang mobil -mobil yang melaju kencang trus alhasil mereka wasallam dan diriku berakhir dibalik jeruji. Dan puji Tuhan,  entah kesambet apa, Adel dan Augi memilih hari ini untuk bersikap baik. Hahahahaha (leganya tak terkira).
Setelah bermenit-menit kemudian Miss Inri datang sambil menggendong Bunga. Bunga ternyata udah mengeraskan hatinya untuk bikin kami kelenyeran hari itu. 

Singkat cerita kami semua udah berada di mobil yang disupirin sama abangnya Miss Inri. Terimakasih ya Bang, masih mau sempatin waktunya buat bawa kami semua. Dalam perjalan Augi yang duduk didepan duduk dengan tenang, keasyikan nih anak kalau dibawa jalan-jalan makanya bawaannya anteng. Lain halnya Adel, suka banget teriak: "Diam! Diam! Diam!" Lah Nak, emangnya sapa yang ribut dari tadi?

Sesampainya di tempat tujuan (Bukit Kubu), aku langsung minta bantuan Augi untuk bawain tendanya (suwer! tendanya ringan! lagian cuma sebentar gitu kok). Yah, dengan Adel dan Augi yang kugenggam erat ditangan kanan-kiriku kami berjalan dengan penuh sukacita dihati. Sedangkan Miss Inri masih ketinggalan dibelakang sambil menuntun Bunga yang masih gak comfort banget dengan lingkungannya.

Digelarlah tikar, tenda dibuka. Wah... segarnya udara pagi ini. Ayo anak-anak jalan dirumput dengan kaki telanjang, rasakan udara pagi. Ini terapi embun buat kalian. Hisap udaranya dalam-dalam. Huachiiiii!!! Malah diriku yang kena flu jadinya. Hahahaha....

Baru duduk sebentar, ternyata Augi udah mulai berulah. Mulailah dia melempar sandal, tempat minum, dan entah apa lagi yang dilihatnya. Syukurlah badanku berat, kalo gak rasa-rasanya jadi korban lemparan Augi juga. 

Eh, ada layangan, begitu dipasang tali, layangannya langsung dibolongin sama Adel. Selamat tinggal layangan, maaf dirimu berakhir di pembuangan.Tapi hari ini Adel dan Augi sangat bisa menikmati perjalanan mereka. Augi lari-lari sambil tendang bola sampe jauh banget. Adel menikmati bola-bolanya didalam tenda dan menolak keluar. Udah serasa rumah sendiri dia. Sedangkan Bunga, memilih untuk diam mematung sambil lirik kanan kiri, ngambek-ngambekan.

Eh, si Bunga pergi dari base camp menuruni bukit. Giliran disuruh mendaki bukit dia nolak, maunya kalo naik-naikan itu digendongin. Jadilah Miss Inri seharian menggendong Bunga kembali setiap kali dia pergi menghilang dari hadapan.

Tiba saatnya tea time. Augi dengan hati malaikatnya, membagi makanannya dengan Adel. Setelah aku lihat-lihat, pantesan aja makanannya dibagi, ternyata ada sayurnya. Huuhh.... Kecil-kecil udah bermodus aja nih Augi.Sementara Bunga memilih hanya memakan potongan paha ayamnya, sedangkan yang lainnya diabaikan begitu saja.

Kita juga masih sempat foto-foto, main tiup busa sabun, main layangan bolong, lari-larian, tendang-tendang bola. Intinya menghabiskan waktu bersama mereka cukup mengasyikkan terutama kalau menyisihkan bagian dimana mereka bertingkah sesuka hati mereka.

Ayo anak-anakku yang tercinta. Berjuanglah! Doa Miss selalu bersertamu. Semakin berkembanglah semakin hari. Semoga suatu saat nanti jika kita bertemu kembali Miss melihat kalian tertawa, bermain, bercanda, dan belajar bersama anak-anak lainnya. Bravo anak-anakku!!!!

PS: I just realize that this is my first entry for this year. Happy new year all...!!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Yah..... Kok Gitu Sih????

Anto dan Dina dua sejoli, menjalin cinta sejak kuliah.
Suatu hari mereka bertengkar.
Bertengkar hebat, akhirnya berpisah.

Anto sadar, dia butuh teman baiknya.
Teman baiknya bernama Ratna.
"Hai Ratna," kata Anto.
"Aku sudah putus dengan Dina."
Ratna hanya diam saja
"Mungkin," lanjut Anto, "memang seharusnya kita dari dulu bersama."
"Ratna, mau gak jadi pacarku?"
Deg... Deg... Deg...
Jantung Ratna berdetak tak karuan.
Karena memang sebenarnya Ratna sudah lama memendam rasa pada Anto.
Mencoba untuk berpikir jernih, Ratna menolak Anto.

Beberapa hari kemudian, Ratna tak sengaja bertemu dengan Anto.
Anto masih berusaha menarik hati Ratna.
"Rat, kita bersama ya?"
Ratna memandang kekejauhan.
"Anto, jangan begitu. Kau harus tahu, Dianlah yang selama ini selalu bersamamu."
"Kau tak butuh aku disisimu, pergilah cari dia kembali."

Anto tersadar dengan kata-kata Ratna.
Dia tersenyum pada Ratna lalu berlari menuju Dian
"Dian...!!! Maafkan aku!", teriaknya.

Lah?? Kok???
"Anto!!!" Teriak Ratna dalam hati
"Aku kan cuma basa-basi, kok kamu malah tersadar sih", rintih Ratna dalam hatinya
Habislah sudah kesempatan jadi kekasih hati Anto
Ratna cuma bisa cengar-cengir menertawakan kebodohannya.

Inspired by my own dream

Jumat, 07 Oktober 2011

Cherlyn Rivania Purba

Cherlyn adalah keponakanku yang sanggup bikin aku keleper-keleper gak karuan. Nama lengkapnya Cherlyn Rivania Purba. To be honest ya, sebenarnya aku baru jelas juga nih nama keponakanku sebenarnya siapa. Suatu hari sebelum Cherlyn lahir, mamanya mengkonsepkan kalau namanya adalah Cherlynn (it's with double N). Terus kutanya abang, "Bang, nama anakmu siapa sih?". Namanya Cherlyn (there is only one N, in case you can't see the difference). Oke, lahirlah Cherlyn, supaya gak ambigu mananya kita sebut saja Cherlyn ini  sebagai Hui Ling. Well, it's the third name of her. Hui Ling itu nama mandarinnya, yang mana nama tersebut diberikan oleh abangnya kakeknya Cherlyn, gampangnya, nama Hui Ling dihibahkan oleh pamanku. 

Setelah lahir kita panggillah dia dengan mana Cherlynn, when Cherlynn was nine or ten months, kakak tanya sama mamanya Cherlynn, "sebenarnya nama Cherlynn ini siapa sih?" "Namanya Cherlyn", kata mamanya. "N-nya satu", tambahnya. "Dulu kau bilang N-nya dua", balas papanya dengan nada sok sebal gimana gitu. Okelah kataku dalam hati. Cherlyn, ini terakhir kali kau berganti nama. Cop cin ya! (ini kata yang biasa disebut anak-anak di Berastagi kalau mengesahkan sesuatu). 

What is so unique about her?
Giginya mulai tumbuh di usia empat bulan, sepupuku udah tumbuh gigi waktu lahir.
Dia udah mulai merangkak di usia sepuluh bulan, aku udah jalan waktu sembilan bulan.
Errr........
Dia malas merangkak apalagi ditatah, kalau makan suka dilepeh, kalau merajuk suka monyongin bibir, kalau ngantuk kelopak kanannya bakal membengkak. Kalau udah ngantuk banget, harus digoyang dombret baru mau tidur (ini bikin pinggangku rasanya patah berkeping-keping). Kalau dengar lagu nge-beat suka joget gak karuan. Hobinya kebentur apa aja, mulai dari kepala tempat tidur sampe meja. Kalau ditunjukin kompeng tatapan matanya udah kayak orang sakau yang dikasih shabu-shabu gratisan. Kalau gak ngeliat papanya bakal nyebut-nyebut papa-papa-papa (sampai mengigau), tapi kalau gak ngeliat mamanya dia cuek aja. Kalau makan sukanya barengan sama anjing tetangga, eh, maksudnya dia makan sambil ngeliatin tuh anjing. Terus paling gak suka ditinggal sendirian, kemana-mana, ngapa-ngapain harus ditemenin, dasar BTT! Kalau panggil mama sebutnya mama, kalau panggil papa sebutnya papa, kalau panggil yeye (kakek) panggilanya tete, kalau panggil anak tetangga tata (kakak), kalau panggil Cie cie (kakak) sebutnya cece, tapi sampe sekarang belum bisa juga panggil kuku.... ughhhh..... susah-susah diajarin masih gak bisa aja.

Yang paling bikin gak nahan tuh ya, kalau dia bangun tidur terus langsung kasih senyuman beracunnya, saking beracun aku jadi lupa sama hal-hal yang nge-BT-in. Terus kalau mau tidur dia bakal panjat-panjatin badan kita (mendaki badan Kuku serasa mendaki Mt. Everest ya, Nak?). Ngeliatin gaya jogetnya yang aduhai tiap aku nyanyiin lagu playboy kesukaannya bikin aku rela jadi penari dangdut paling norak sedunia. Liat keseriusannya setiap mengoyak-ngoyak kertas tisu seolah-olah itu paper yang gagal dikerjakannya dengan sempurna. Jentikan jari-jari mungilnya setiap memanggil anjing tetangga. Sok-nya dia saat diajak salaman oleh orang tak dikenal. Dan berjuta hal lainnya.

Yang paling bikin terharu adalah, tiap diajarin suatu keterampilan baru dan aku adalah orang pertama yang melihat kemampuannya. Mengantarnya ke salon untuk pertama kali, potongan rambutnya bikin dia keliatan hmmm.... beda. Menidurkannya dan kemudian dia memelukku dalam tidurnya. Melihatnya menawarkan makanannya kepadaku (sumpah, makanannya gak ada yang bener, rasanya dan kandungan gizinya gak bener, soalnya udah di-ilerin semua). Melihatnya berdiri untuk pertama kalinya (waktu kukonfirmasi sama papanya, ternyata aku adalah orang kedua setelah papanya yang melihatnya berdiri, syukurlah... FYI : mamanya belum pernah lihat dia berdiri). Melihat dia menjulurkan tangannya padaku dan memanggilku ......... mama.............
Oalah Nak.... Nak..... aku bukan emakmu.......