Jumat, 02 Mei 2014

My Addiction

So, I am addicted to several things, such as hay day, youtube, and several other things. The first thing that I do when I wake up is checking my Hay day. I feel like I really want to know if everything is okay or what I need to produce this morning so all of the orders will complete. And after that I will check it continually even when I’m at work. I play it on the way to work and on the way home. I play it while I eat my breakfast. Before I sleep, I play it again so in the morning all the orders will done. And it’s just getting worst.

And then I watch youtube, if I don’t play hay day then I must be watching youtube. I like to watch funny things  like funny commercial and I also subscribed to several youtubers. So I almost watch them all the time. And it’s become unhealthy because I watch them until a very late night. It keeps me awake and want to watch more and more. I looked at the clock and said “it’s time to bed”. But before I go to bed, I want to watch something funny first. So one video leads me to another video. And I can’t stop my self. I like, telling my self to stop and get sleep but somehow I didn’t manage it well. It’s end with me watching another video. So I usually sleep at 4 A.M.

With all the social media and the chat applications that I have in my phone it makes me feel close with my friend. So, we just as far as the keypad. If I feel like want to talk with someone then I just have to push the button and there is my friend. Yeah, everything get easy nowdays. But the negative side is it keeps me away from people. I chat like 4 hours in a day. And to have physical closeness with my friend is zero since months ago. I haven’t met any of my friends for months. So literally my close friend right now is my phone. The thing that I will never forget to bring is my phone, no matter where I go or what I do, I always have my phone on my hand. I don’t even trust my self to put my phone in my pocket. I feel really connected with my phone so we have to have skin touch all the time.

So, as you can see. I really addicted to gadget. And I want to to change. I want my life back. I want the real human. I want to see the real emotion not just emoticons. Sometimes it’s hard for me to understand emoticons. I don’t really get what are emoticons trying to say.


And today I decided to stop playing hay day. Actually I’ve stopped it since two weeks ago and I still alive. I decided to watch youtube once a week and not at bed time. Uhm, this one is a really hard decision, because usually I watch youtube while I’m taking a bath. But, now it’s like no entertainment while bathing. Errrr..... it’s kinda suck but it’s for my own goodness. And the last decision that I’ve taken today is I will meet my friends as much as possible, because the friends of mine, they really got something with their gadgets too and if not, they will be so busy doing something so it’s better for me to chat by phone with them. So friends, prepare your self because I will visit you guys anytime soon. See you later........   

Selasa, 04 Maret 2014

My First Vlog

Yes!!!!!
Finally i finished my first vlog and i'm ready to share it. Hahahaha
Please enjoy the video.
Love you all......
http://youtu.be/oLQ71nXGPaY

Sabtu, 30 November 2013

I am Alive

What you've missed on my life is that :

  1. People in town spread bad rumor about me that telling I'm cheating on my roommate, which I'm pretty sure that I won't do that. If there something that I hate the most except for cigarette, that is cheating. 
  2. I smell something fishy on this rumor, that my own alliance is using me for this whole time and she does it really smooth, so I just realized it. and she really washes her hands clean out of the things. So it's left me as the bad guy. Thanks anyway, you jerk!
  3. I start to like my Sundays because that is the only chance I can talk to this friend of mine while we are on our morning walk, we talk the rubbish things that help me hang on for another week.
What I really need now are :
  1. A friend that can listen to my story without asking too much questions.
  2. My morning walk that really help me to keep my days.
  3. All the kinds of sweets,
And it turns out:
  1. I sent text message to this friend of mine, telling her that I have something to tell her about. She sent me back a message : "Sorry, I can't do the morning walk anymore." She didn't even mention what problem do I have. Okay, to tell the truth is, she never be there for me. After all the things I have done for her, that is not okay to do this to me. You selfish, mean creature! I'm sorry but I'm going to call her asshole this time.
  2. The weather, yeah I can't really blame the weather, but I hope there will be sun soon so I can do my morning walk.
  3. What the hell with all of those diets things, I'll eat as I please.  
What I've learned :
  1. Do the observation before you decided something big in your life
  2. Friends aren't friends until you walk together no matter what happened
  3. At least my life isn't as flat as I thought
  4. With all of the things that happened to me, God let me know that I am alive. Yayyyyyy!!!!

Senin, 04 November 2013

Tuesday Morning

Hari ini jalan pagi bareng murid-murid. Yes!!!!! Kami akan menghabiskan waktu yang menyenangkan. Begitulah rencananya. Selesai menjemput murid-murid kami langsung mengambil rute kaliaga (rute biasaku), sampai Angel memberitahukan jalan singkat ke Gundaling. Kupikir kenapa gak, hari ini libur kami bisa pulang lebih lama. Dan akupun mengusulkan untuk mengikuti jalan itu. Namanya tangga seribu, dan setelah dihitung Arla cuma ada 60 anak tangga. Ketemu sama seorang bibi, I have no clue who is she, tapi tampaknya dia kenal denganku.

Btw, aku mau kasih tahu Johan jalan singkat ini kalo dia ke Berastagi. Hei, Johan, aku tahu lo jalan singkat ke Gundaling! (tersenyum bangga)

Kami melanjutkan perjalan sambil sesekali berhenti untuk berfoto. Memang ciptaan Tuhan itu gak ada yang cacat. Murid-muridku juga sangat menikmati pemandangan. Mereka sampe, Miss lihat itu kenapa ladang bisa rapi begitu? Miss, lihat itu, gunungnya cantik, dan lain-lain.

Oh, Devan bawa anjingnya yang dikasih nama Jackie dan abangnya Jackie Chan. Anjingnya ramah bener, warnanya coklat, sempat pup ditengah jalan, dimana aku, Arla dan Angel langsung kabur, sementara Devan dan Mario dengan teguh menunggui si anjing menyelesaikan tugasnya. 

Perjalanan kami sungguh jauh dan aku tak tau kemana kami melangkah (dalam arti sebenarnya). Sempat berpapasan dengan beberapa rombongan, ada kelompok anak kecil juga, sepertinya sih gak lebih dari kelas satu SD. Sampe akhirnya aku bertanya pada Devan, "Devan nama anjingnya siapa?". Devan gak dengar pertanyaanku, dan Puji Tuhan ada cowok yang salah paham dan mengira aku bertanya padanya. Dan ya, kalo kenal baik denganku kalian akan tahu seberapa jarang aku memuji seorang pria itu ganteng. Dan dia ganteng!!! Dia menjawab, "Namanya Louis".
"Good morning, Louis", kataku dengan otomatis.
Anjing diam, majikan diam.
Ok, besok aku mau lewat di rute ini lagi, di jam yang sama lagi. Mudah-mudahan ketemu dia lagi.

"Miss, kita kayaknya udah jalan jauh sekali, kita masih belum sampe ya Miss?", tanya Angel.
"Oh, kita tinggal lurus jalan ini, bentar lagi juga sampe", kataku dengan sok yakin.
Kami jalan sampe satu jam, dan aku sama sekali gak ada tau kami ada dimana dan sejauh apa kami dari pusat kota, dan kami gak ketemu lagi dengan siapa-siapa. Tapi anak-anakku gak boleh tau kecemasanku, kalo mereka tau betapa buta arahnya aku, gak tau apa yang akan terjadi, bisa-bisa mereka meragukan kredibilitasku sebagai seorang guru.

Semakin jauh berjalan, aku udah gak tenang, tapi mulai ada tanda-tanda kehidupan. 
"Miss, ini jalannya benar?"
"Iya, lurus aja", kataku.
Tiba-tiba ada jalan bercabang dua dan aku harus memilih satu jalan. Kuputuskan membongkar sedikit kebodohanku.
"Kita kearah mana ya, Nak?"
"Kesana Miss", jawab mereka serempak sambil menuju kearah kanan. "Kalo ke kiri itu ke Juma Raja, Miss", timpal Arla. "Kalo diteruskan sampe ke bla bla bla bla bla", mereka saling menjawab satu sama lain.
Ok, bahkan anak kecil pun tahu lebih banyak dari aku. hhhhhhhhhhhhhhhh.............!!!!!!!!!!!!! 

Ini benar-benar aneh, aku lahir dan besar di Berastagi dan aku gak tau aku sedang ada dimana.(Bagian yang ini, jo sebaiknya gak tau)  Dan keselamatan empat anak ada ditanganku. Sewaktu melihat angkot, langsung saja kuhentikan dan bertanya serius pada supirnya,  "Bang, ini ke Berastagi?"
"Iya", jawabnya cuek.

Kami semua langsung naik dan duduk, anak-anak merasa senang dan bercerita dengan gembira, sementara aku sedang mereka-reka kami ada dimana. Satu... dua.... tiga...., tidak sampai lima menit aku merasa mengenal daerah ini. Hmmm.... semakin jauh, semakin meyakinkan. Dan ternyata aku didaerah Kaliaga. Dan sewaktu naik angkot tadi aku ada dibelakang Hotel Sibayak.

Aku merasa diriku semakin bodoh saja.
Tapi syukurlah, anak-anakku merasa bahagia.

P.S. : Aku mau beli anjing, mana tau nanti bisa ketemu lagi sama si ganteng dan bla bla bla (seperti di film-film). Hahahahaha

Senin, 26 Agustus 2013

Beauty Painful Dream

Today I dreamed about my mother. I saw her very beautiful, she put red lipstick on her lips, with beautiful haircut. She came toward me and I was so surprised. I called her and suddenly I cried, I scream like I'm crazy. And I can't stop crying and made my brother came to my room. I don't know how many time I spent to cry and it made me felt tired the whole day. I'm confused to find out why do I have to cry when I saw my mother's so beautiful, I think I just miss her. I can't help but keep recalling her face on my mind, I am afraid that I, one day will forget the face. Hmmm .... Ma, I Love You    

Jumat, 16 Agustus 2013

I Am Ready

Finally!!! I'm back and I'm ready to make the changes.
Start from tomorrow, I'm going to enjoy my day.
I've planned to indulge my self.
Buy some things. I think I need light fragrance so I decided to buy perfume.
Then, I'm going to find my music instrument.
Yeahh!!!! I've decided to take classic piano class, so I need the instrument.
I'm thinking of having Samsung S4, but my sister thinks that is too much.
I acted like I'm confronting her but actually I really think about her words.
I need some novels too, to fulfill my nights before sleep.
When I talk about what I want or what I need it,there will be no end.
So no more sadness or the heavy thoughts.
All I have will be happiness.
Cheer up Ichin.
Thank you Jesus, my family and all of my friends, for being there no matter how horrible I am.
Love you love you love you
Muach.............................................

Kamis, 15 Agustus 2013

Love Poison

Hey love,
You rug me like a drug
Grab me from the dark
Fly me to the moon
'till I become a fool

Dear love,
You steal my soul
Play it like a doll
Then you break my heart
Leave me all the holes

Oh, love
Though I don't want to get hurt
Why I always come back to you
Then I know all I want is you
My love 

Jumat, 09 Agustus 2013

The Confusion

The sun goes down
The night has come
One step forward
And then I fall

This is not a game
Just a lethal fight
One can win
The other die

I need to know
I need to understand
Be my savior
Be my saint
Let me out of this failure

Sabtu, 27 Juli 2013

Up And Down

Fiuhhhhhhhhhhhhhhhh
Akhir-akhir ini pengen nulis. Tapi kejebak norma-norma. I can't be the one I used to be anymore. Akhir-akhir ini ada masalah batin, gak bisa ngungkapin secara eksplisit, teman nyaranin buat nulis di blog. Itu juga rasanya gak enak, kalau-kalau tulisan itu pada akhirnya menyinggung satu dan lain pihak. 

Hidup udah kayak dipenjara aja, omongan dijaga, tulisan juga dijaga. Jadinya bingung, batasan antara Ichin sebagai seorang guru dan Ichin secara pribadi itu dimana ya. Jadi mempertanyakan, saya masih punya kehidupan pribadi apa tidak? Apalagi di zaman serba canggih, orang bisa tahu kita sedang apa dan berbuat apa tanpa harus melihat kita. 

Kadang pengen melampiaskan isi hati aja tanpa perlu berpikir "saya ini guru lho". Saking nutupin diri, akhirnya malah jadi pengen nangis. Damn! Hidupku asyik banget!!!!! Mending bisa nangis, tapi nangis juga gak bisa, cengeng banget kesannya. Hahahaha, jadi lucu liat diri sendiri. 

Jadi hari ini niatnya mau nulis isi hati, tapi keburu chat ma Jo, my lovely portable trash bin. Jadi perasaan udah lega. Intinya cuma butuh tempat untuk memuntahkan perasaan aja. Dibantu lagi sama baca-baca blognya Yus dan Nova. Jadi lupa deh masalah dihati. 

See, I am easily happy person. 

Oh, iya. Aku juga udah mulai gak berani nulis lagi kalo udah diatas jam 12 malam. Karena biasanya tulisanku dijam segitu isinya ngawur dan diluar kesadaran. Paginya baru sadar kalo aku udah melakukan hal yang memalukan. Kaya' hangover aja, hahahaha.

Kata Jason Mraz sih, 'cause we're only human..................


Senin, 22 April 2013

Andai Ah... Ah... Ah... Aku Jadi Orang Kaya

Didalam diriku ini selalu ada keinginan jadi orang kaya. Kalau kaya rasanya bisa melakukan apa-apa lebih mudah. Bukan dalam hal negatif sih. Dalam pemikiranku, kalau aku kaya, lebih gampang membahagiakan orangtua, lebih gampang membantu orang lain, pokoknya lebih gampang semuanya. Lalu terbersit lagi, aku tuh kalo kaya mau bikin orang senang, mau bisnis ini itu, jadi membantu orang juga dalam lapangan pekerjaan. Tapi Tuhan kok belum memberikan kekayaan padaku ya?

Walaupun ingin jadi orang kaya, bukan berarti aku tidak bersyukur. Puji Tuhan, Tuhan beberapa bulan terakhir memberi pencerahan padaku. Aku diberikan nikmat hidup dalam kebahagiaan. Aku tetap dibiarkan menghadapi cobaan, menderita sakit, puyeng urusan bisnis, dan lainnya, tapi Tuhan memberikanku anugrah untuk tetap bersyukur dan menerima apapun yang tengah terjadi. Sehingga bisa melalui semuanya dengan bahagia. Bisa dibilang frekuensi marahku yang tadinya 9,9 turun ke skala 4 (tapi aku masih suka gemes kalo ada murid yang ga ngeh-ngeh udah gimanapun mengajarinya). Ketika aku udah gak marah-marah lagi, hidup ini terasa lebih mudah. Aku juga sangat bersyukur punya keluarga yang selalu ada untuk setiap keadaan. Yang terus berusaha mengerti akan keputusan-keputusan yang kuambil, walau mungkin tidak sesuai dihati mereka. Mereka sangat menghormati dan menghargai apa yang aku lakukan. Aku sangat berterima-kasih sekali untuk itu.

Kalau sudah menerima semua itu dan masih ingin kaya, itu termasuk maruk gak ya? Karena banyak sekali orang yang hidup dengan kepala menengadah keatas terlalu sering sampai tidak bisa melihat kebawah lagi. Ada orang yang cuma melihat kedalam diri sehingga tidak ada henti-hentinnya mengasihani diri. Ada lagi orang yang merasa memiliki segalanya tanpa punya apa-apa. Sementara aku, dimata beberapa orang orang adalah sosok yang tangguh dan hebat, karena bisa mempunyai bisnis, mempekerjakan beberapa orang, melakukan pekerjaan mulia (baca: guru). Beberapa orang bilang mereka kagum denganku. Tapi jujur saja semua anggapan mereka tidak pernah memuaskanku dan tidak sedikitpun menaikkan telingaku, karena aku merasa aku belum cukup kaya untuk membahagiakan orangtuaku, membantu orang lain dan lainnya. Aku justru merasa malu kalau harus bertemu dengan teman-teman lama. Rasanya seperti langit dan bumi. Mereka semua sepertinya sudah hidup mentereng atau sudah menikah, sementara aku masih mikir-mikir kapan punya modal buat DP rumah, kalau masalah jodoh, jangan ditanya.

Lalu didalam hati aku bertanya lagi, memangnya kalo aku udah kaya, orangtuaku bakal bahagia? Bener gak bakal bantu orang-orang? Atau malah terlena hidup dengan lembaran kertas-kertas bernama uang? Mudah-mudahan sih ya, orangtuaku bakal bahagia, mudah-mudahan orang-orang jadi terbantu. Mudah-mudahan aku juga bisa tambah bahagia.

Aku jadi penasaran dengan diriku yang sudah kaya, jadi Tuhan, ayo dong bikin aku jadi kaya.........  

Selasa, 02 April 2013

I Have So Many Things In My Mind


It's an hour after midnight and I can't sleep. Every time I close my eyes, I'm thinking about something. Nothing really important but still keep me awake. I just celebrate Efokids' first birthday. It's only a year but so many things have happened. Sometimes makes me laugh and sometimes makes me sad.


I thank God for the way He gives me so many lessons in my life. He taught me to be strong, he taught me how to keep business, He taught me to handle problems. And I love Him so much but He loves me more. Thanks God for letting me enjoy this one year, being someone who is in charge for everything. For letting me learn to be the best I can. I know this is not the end and I have to fight for many things in front of me, but God will always be my guardian.

Beside Efokids, I have many things that I want to do for the next project. I still want to make my own bag brand (which is in progress), I still want to make my own kindergarten (I hope I can make it in two years, or next year????). Oh yeah, I still have my bead project. Well, I'm a big girl with big dream.

The day before Efokids' birthday, I told my father about it. My father told me how the time pass by just like that. It goes without us realize it. Then it's came. My father asked me about my age and asked me about BF which is not my priority at the time. But when father asks you, you can't casually forget it. So it came to me and haunted me. After my mother passed, my highest dream is to make my father happy and to make my father proud of me. One of my father's happiness is to see me to have my own family. And I fell like I am thousand miles from it. I do want to get married one day, but not today. And looking for a husband is not easy as you're looking for employee (well, looking for employee is really hard). You can't just pick someone you know. And I don't really have time to build any relationship right now (or I don't want to try it??). And the main problem is I'm too far away from social life. I don't know someone new except for my pupil. I don't meet people, I don't hang out, I don't get out. So basically my life is around workplace and home. One of my friend told me to get BF from my Facebook. And the thing is I don't feel comfortable to talk on social media if they aren't my close friend. The conclusion is I am far away from the marriage life.

I still have one or two things in my mind but I can't share it. When you can't share your problem with other it's cause a new problem. So maybe tomorrow the problem will be three or four. Hahahahaha......
But I have changed, on my old days I took every problem really serious  and it's kill me and every decision I made seems not good enough. I was not happy. And now I am not the one I used to be anymore (thanks God) and I feel happy. And the best thing is I become very positive person. And I like it very very very very much.

Oh My God, it's two o'clock already. I have to sleep!!!!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 17 Maret 2013

DEAR DIRECTOR

Berastagi,  18 Maret 2013   
Kepada YTH: Bapak sutradara
di tempat

Bersamaan dengan surat ini saya ingin memberitahukan kepada Bapak perihal keberadaan saya. Saya hanya mengira-ngira apakah Bapak memiliki lowongan untuk pemeran utama wanita. Apabila Bapak memiliki lowongan, sudilah kiranya Bapak meluangkan waktu untuk membaca resume saya, sbb:

Nama          : Ichin Purba
Usia             : 26 tahun
Pendidikan   : S1 Psikologi

Saya memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam bidang perfilman, terbukti dengan waktu yang sudah saya habiskan untuk menonton film-film dan drama Korea. Saya bisa bekerja secara personal maupun dalam tim. Saya tidak pernah memiliki masalah ketika nonton sendirian di kamar ataupun beramai-ramai di bioskop. Kemampuan akting saya bisa dikatakan diatas rata-rata anak TK. Saya sudah banyak membintangi drama-drama kehidupan dan saya akan menuturkan beberapa diantaranya.

1.     Cintaku sebatas puding (Genre : Romantic Comedy Tragic)
Saya berperan sebagai Ichin, cewek yang naksir seorang cowok dan memberikan puding untuk menunjukkan cintanya. Cerita berakhir tragis, karena Ichin gak berani melakukan hal lain, selain memberikan puding.

2.     Malam-malam kelabu (Genre : Drama, Tragic)
Hari-hari dimana pemeran utama (saya) harus menangisi beberapa hal dalam kehidupan. Cerita ini diharapkan bisa berakhir bahagia.

3.     Guruku Pelitaku (Genre : Drama, Education)
Disini saya juga berlakon sebagai pemeran utama, perjuangan seorang guru untuk mendidik anak muridnya dengan cara-cara yang menyenangkan. Sang guru hanyalah manusia biasa, yang kadang bisa khilaf dan menjadi marah, namun dibalik semuanya, dia sangat menyayangi anak-anaknya. (Drama masih tayang dan belum tahu kapan akan tamat).

Disamping tanyangan diatas, saya juga pernah berperan dalam beberapa pertunjukan teater, sebagai contoh:

1.     Ulang tahun Okta
Drama ini mengisahkan tentang keusilan seorang sahabat dalam rangka ulang tahun teman sebangkunya. Tanpa sebab dan musabab Ichin marah besar pada teman sebangkunya, tidak cukup hanya satu jam, Ichin terus-menerus marah hingga sekolah usai. Diakhir pelajaran Ichin yang sangat marah mulai menuduh temannya yang tidak setia, yang menusuknya dari belakang. Okta, teman sebangkunya merasa tidak melakukan apa-apa. Okta menangis, dituduh dan dipermalukan dihadapan teman sekelas. Ichin menunjukkan bukti kajahatan Okta dan tiba-tiba.... plak, telur mengalir dari kepala Okta.

2.     Citttttttttttt BUMP!!!!
Dalam rangka retreat Fakultas Kedokteran, diadakanlah pertunjukan drama. Saya berperan sebagai pengendara sepeda motor yang menabrak korban (Bona). Maaf, peran saya cuma segitu doang, tapi banyak ada yang bilang akting saya bagus dan total sekali dan sekarang orangnya udah jadi dokter. (Sekarang kalau dipikir2, kok mau ya saya berperan bego begitu, disaksikan oleh seluruh anak kedokteran, keperawatan, dan psikologi lagi! Tapi yang namanya artis itu ga memandang peran, semua peran itu besar).

3.     Derita OSPEK-mu
Disini saya berperan sebagai kakak senior yang galak dan sangar. Yang selalu menekan adik-adik kelasnya. Saya memperbudak mereka untuk hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Memarahi mereka secara berlebihan. Menyiksa mereka secara batin. Drama ini berakhir bahagia, dimana saya selalu dikucilkan adik kelas karena dianggap JAHAT. (Hmmm, disini saya tidak berakting, karena dalam keseharian saya memang Jahat dan Kejam.)

Demikianlah surat lamaran ini saya perbuat dan semoga menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak. Saya sangat mengharapkan panggilan dari Bapak, kalau tidak sempat telepon, Bapak bisa SMS, saya juga bisa dihubungi melalui Whatsapp dan Facebook. Maaf Pak, saya tidak punya twitter.

NB : Pak, saya cuma mau menjadi pemeran utama.

                                                                                                Terakting



                                                                                                 Ichin   
      
 (Pemikiran bego yang muncul setelah ngobrol dikit dengan seorang sutradara "Orizasativa")

Jumat, 25 Januari 2013

Obviously Love


Kemarin, salah satu temanku mau mengenalkan pacar barunya. Jadi, dia minta pacarnya untuk menjemput dan aku akan numpang mobilnya.

Hal yang membuatku geli adalah justru saat momen-momen kami menunggu kedatangan pacarnya.

Dia kerap kali menginformasikan kepadaku kekurangan-kekurangan pacarnya. Yang si pacar itu begini atau si pacar itu begitu. Tapi satu hal yang aku sadari darinya adalah, dia berusaha menginformasikan semua itu untuk membuatku lebih mengenal pacarnya bahkan saat kami belum bertemu dan mungkin untuk membuatku lebih bisa menerima pacarnya.

Hal ini membuatku teringat kembali beberapa tahun yang lalu, seorang teman juga melakukan hal yang sama terhadapku. Saat menceritakan pacarnya, teman ini berusaha untuk mengungkapkan semua kekurangan yang dimiliki pacarnya dan tidak menutupinya sedikitpun.

Cara kedua teman ini dalam menceritakan kekurangan pasangan mereka justru membuatku bisa merasakan betapa mereka mencintai pasangan mereka.

Aku telah bertemu dengan pasangan mereka, tidak ada satu komentarpun yang bisa kuberikan. Yang aku tahu mereka mencintai pasangan masing-masing dan mereka berhak untuk bahagia bersama.

Namun yang paling indah dari semua pengalaman ini adalah akhirnya aku menyadari ketika kau mencintai seseorang dan kau merasa ingin membaginya dengan seorang teman, teman tersebut pasti cukup berharga sehingga kau ingin dia juga merasakan cinta yang kau miliki terhadap pasanganmu. Dan aku bangga menjadi salah satunya. 

Kamis, 10 Mei 2012

Come On And Marry Me Will

Sekitar sebulan yang lalu bapak menanyakan usiaku. Dan ketika mendengar jawabanku, bapak dengan nada yang santai memintaku untuk mulai mencari jodoh. Reaksiku sama santainya dengan nada yang dikeluarkan bapak. Aku cukup "beruntung" dibandingkan dengan teman-teman sepermainanku. Orangtua mereka punya energi yang sangat besar untuk setiap harinya mendorong anak mereka untuk segera menikah, sedangkan keluargaku sangat "tenang" dalam hal ini.  Suatu ketika temanku berkata, "Chin, carikan aku pacar lah...." Saat itu aku cuma bilang, "Aku aja belum dapat, gimana mau cari punyamu?" Karena permintaan itu sering sekali disampaikan , akhirnya aku bertanya, "Kau niat kali nikah ya?" Bukan gitu, Chin, bapakku selalu bilang mau lihat aku nikah. Dikesempatan yang berbeda dan dengan teman yang berbeda, seorang teman bilang, "Aku nikah ajalah, carikan aku jodoh orang Karo lah, Chin." Teman-temanku ini seolah-olah membuat diriku semacam biro jodoh, padahal sejujurnya aku paling gak kompeten dalam hal jodoh-jodohan.  Dan kataku saat itu, "Kau udah niat nikah ya?" "Mamakku itu tiap hari suruh aku nikah", jawabnya padaku.

Saat kami bertiga bertemu aku bertanya pada mereka berdua, "Emangnya kalian tiap hari disuruh nikah gitu?" Mereka berdua punya jawaban dengan kalimat berbeda namun dengan inti yang sama: Secara berkala orangtua mereka mendorong mereka untuk menikah SECEPATNYA. Begitu hasratnya orangtuanya sampai-sampai kembali ke zaman Sitinurbaya. Diadakanlah acara perjodohan. Syukurnya, anaknya bisa menolak, sedangkan Siti Nurbaya dikawin paksa dengan Datuk Maringgih. 

Lain lagi ceritanya dengan teman yang ketiga. Yang ini ceritanya orangtua zaman modern. Si Ortu sampai bikin account facebook demi mempermudah adegan perkenalan antara anaknya dengan anak-anak temannya. Sekali lagi syukur, walau setiap hari meminta anaknya menikah, sang Orangtua masih menghargai pilihan anaknya.

Aku sangat mensyukuri keluargaku yang tak pernah mendesakkan sesuatu pada anggota keluarga yang lain. Gak kebayang gimana rasanya kalau harus memikul beban stres karena tuntutan pernikahan. Dan ya, teman-temanku ada yang merasa tertekan karena hal itu. 

Didalam ketenangan keluargaku, pihak lain justru mendorong. Entah ada angin apa tiba-tiba seharian ini orang-orang mengangkat topik jodoh denganku. Dimulai dipagi hari, ketika aku pergi ke toko obat. Ketemu dengan seorang ai (bibi), dia mengenalku dan mulai mengobrol denganku. Dipertengahan cerita dia mulai bertanya. "Udah punya teman?" "Belum, i," kataku. "Oh, udah bisa dicari itu." Aku cuma tersenyum sambil mengangguk. "Nanti cari yang ten nang (suku tiong hoa) aja ya," katanya berbisik sambil melirik asisten rumah tangga yang kebetulan kubawa. Mungkin dia merasa tak enak kalau sampai kedengaran. "Kalau sama ten nang enak. Lihatlah brbrbrbr (entah siapa, aku tak bisa mendengar dengan jelas), dia kan kawin sama ten nang, kan enak." "Iya, iya, i," kataku sambil mengangguk cepat, takut telat pergi mengajar.

Hmmm apa iya enak, pikirku dalam hati. Teringat dua bulan yang lalu aku menonton siaran Jepang yang menceritakan trend warga Cina yang mana kaum pria akan berselingkuh demi harga diri. Hffff.... kalau itu deskripsi dari enak, aku menyerah saja!

Saat mengajar kelas pagi, anak muridku tiba-tiba berujar, "Miss, pasti udah punya pacar!" Aku cuma bisa melihatnya dengan tampang bingungku. Dia kemudian mengejar lagi, "Iya kan! Iya kan! Iya kan?!" Dan aku menjawab, "Sok tahu!"

Sebelum kelas sore dimulai aku pergi membeli roti, disana aku ketemu dengan adik ipar pamanku. Dan dia pun mulai bertanya. "Ichin udah ada pacar?" Lagi-lagi harus menjawab, "Belum, i." "Udah bisa cari itu, Chin. Lu udah umur berapa." "Datang sendirinya nanti itu, i." "Jangan gitu lu, Chin. Udah bisa cari itu." "Okelah, i, nanti kucari," jawabku mengelak. Ketika aku beranjak pergi dia berkata, "Chin, lu cari yang orang Cina aja ya." "Ya, ya ,ya," kataku sambil mengangguk dan menjauh. 

Dalam perjalanan menuju tempat les aku kemudian mengorek-ngorek memoriku. dulu emakku sering kali berkata pada saudaranya yang orang karo. "Aku pagi la kubere anakku ei man kalak karo. Anakku e pagi rasa kalak cina. Adi kalak karo melala kel adat-adatna silang-lang. La ateku bage." (Artinya: Kalau aku nanti gak akan ngasih anakku sama orang karo. Nanti anakku sama orang cina. Kalau orang karo banyak kali adatnya yang aneh-aneh. Aku gak suka) Dan saudara emakku menjawab, "Uelah, uelah," sambil mengangguk-angguk. (Artinya : iyalah, iyalah). 

Aku berpikir keras, bukankah adat dan kebiasaan tiong hoa dan karo itu sama saja absurdnya? Sama saja merepotkannya? Sama saja anehnya? Kalau yang dimaksudkan emakku dimana semua bagian adat yang merepotkan itu dihilangkan dan jalani hidup dengan norma normalnya manusia, aku setuju. Keluarga kami  terlalu hybrid untuk masuk ke ras tertentu. Kami terlalu netral untuk mengikuti suatu adat. Bisa dibilang pengetahuan kami anak-anaknya terlalu tanggung untuk mengikuti adat apapun juga. Keluarga kami terlalu tiong hoa bila dipandang dari sudut karo dan terlalu karo dari sudut pandang tiong hoa. Karena sebenarnya keluarga kami hanya menjalankan hidup selayaknya manusia tanpa terpengaruh suatu adat tertentu. Malah bapakku yang original tiong hoa merasa beberapa adat istiadat hanyalah formalitas dan emakku yang notabene karo malah tak suka dengan adat-adatnya yang "merepotkan".

Kembali lagi ke topik jodoh.  Saat masuk kelas terakhir, muridku menyeletuk, "Miss, udah punya pacar?" Dan jawabanku, "MAU TAHU AJA!!!!"

Selasa, 20 Maret 2012

Love Drives You Stupid

Beberapa minggu yang lalu, aku dan temanku ketemuan, terus rencananya kita mau fotoan. Ternyata fotografernya gak bisa dihubungi. Dengan terpaksalah kami membatalkan acara tersebut dan banting setir ke rencana B. Ternyata hujan turun dan rencana B juga harus dibatalkan. Setelah berembuk dibawah siraman hujan, akhirnya lahirnya rencana C (ngebayanginnya kayak di film2 korea, dibawah naungan payung, berdiri dipinggir jalan, kendaran melaju dengan cepat, kami saling menatap..... sayang dia ternyata wanita!). 

Setibanya di rencana C (baca : warung wajik), kami memesan makanan dan mulai bernostalgia. "Eh, ingat gak, waktu bla.... bla.... bla....?" "Oh ya? Bla...bla...bla...." "Bla.... bla.... bla.... bla... bla... bla...." Bla... bla.... bla..." "Eh, kabarnya si X gimana ya?"
"Gak tau, katanya dia udah ada pacarnya sekarang." 
"Hiiii...... kasihannya ditinggal."
"Eh... biasa ajalah, Chin."
"Padahal dia dulu kan cinta mati ma kamu."
"Ah, masa sih?"
"Iya, ingat gak dia sampe konsultasi ma emaknya?"
"Konsultasi?"
"Ho oh, isinya gimana ya? Ada kata-katanya, aku bertanya pada ibuku, apakah rasanya ini. Dan ibuku pun bilang padaku, bahwa aku sudah jatuh cinta."
"Hahahaha.... ada-ada aja ya."
"Terus ingat gak Si Y yang waktu itu suka ma Z, dia sampe bela-belain ngerjain tugas keterampilannya si Z."
"Iya, tapi hebat juga ya, cowok bisa bikin sulaman."
"Itulah dia, namanya juga demi cinta."
"Terus Si Y juga pernah suka sama N, wuih.... hebat. Itu bikin pusing benar. Si N sampe kucing-kucingan biar ga ketahuan kalo N sebenarnya udah pacaran ma O. Terus waktu Y suka sama N, dia juga suka sama D lho."
"Ha!!!! Gimana ceritany a?"
"Iya, kemaren itu kan aku lagi ke Jakarta, ketemuan sama Y dia cerita panjang lebar, kusuruh tembak aja. Waktu ditembak si D malah ngeles. Dia suruh Y datang, nembak secara langsung jangan lewat telepon."
"Hahahahahaa......."
"Eh, btw kita ngomongin cinta teman-teman melulu. Kita kapan dapat pacarnya?"
.................................................

Jumat, 03 Februari 2012

WEDDING (not mine)


Minggu depan seorang teman akan melangsungkan pernikahan. Seorang pria mungkin akan merasa mudah saja menghadiri pesta pernikahan temannya. Namun sebagai wanita secara umumnya, menghadiri pernikahan teman bukanlah hal yang mudah apalagi yang menikah teman dekat. Berikut ini merupakan perbandingan antara pria dan wanita dalam menghadiri pernikahan :

KENALAN
-Pria : Kemeja plus celana kain yang gak lusuh

-Wanita : One piece plus high heels, plus dandanan yang gak malu-maluin

TEMAN BIASA
-Pria : Pakai kemeja plus celana kain panjang yang agak bagusan

-Wanita : Pakai dress plus dandanan yang matching dengan outfit n tatanan rambut

TEMAN DEKAT
-Pria : Pakai kemeja plus celana kain yang agak baru (syukur-syukur beli baru)

-Wanita : Pakai dress, yang pasti baru ato paling gak baru dipake sekali itupun dipake waktu teman ybs ga ikut keacara dimana baju itu dipake untuk pertama kali. Make up boleh sendiri tapi hasilnya ga boleh kalah sama salonan. Rambut harus ok. Gak boleh keliatan terlalu "biasa" dan juga ga boleh terlalu ngejreng, jangan sampai yang punya hajatan sampai kalah. Sepatu harus nyaman tapi jangan keliatan gembel, dan yang paling penting gak boleh ga matching ma bajunya. Belum lagi aksesorisnya.

Nah, keliatankan bedanya? Kalo jadi cowok tuh cuma butuh modal kemeja putih, celana kain, tinggal dasi deh divariasiin, kalo keren-keren amat juga punya jas hitam sebiji. Udah bisa deh dipake kemana-mana. 

Kalo jadi cewek tuh butuh  banyak hal. Bukan sekedar mau cantik-cantikan doang ato gengsi-gengsian, ato apalah namanya. Tapi beginilah cara kita untuk menunjukkan care-nya kita buat teman-teman dekat. Persiapan cewek untuk ke pesta pernikahan temannya itu gak cukup seminggu doang. Biasanya direncanakan dari jauh-jauh hari. Bisa sampe sebulan persiapannya (yup, ini berdasarkan pengalaman pribadi). Kita sebagai teman yang baik gak mau keliatan lusuh ato terkesan asal-asalan waktu muncul dipernikahan mereka. That is the day that they gonna remember for the rest of their life. Jadi kita wajib beri yang terindah juga buat mereka.   That is why we try our best on their wedding day.

Semoga setelah membaca entry ini pria akan terjawab rasa penasarannya; kenapa sih perempuan harus punya 5 gaun yang semuanya berwarna hitam? Kenapa sih perempuan harus punya banyak aksesoris? Kenapa sih perempuan harus punya banyak jenis high heels? Jawabannya ya cuma satu, perempuan lebih banyak temannya. Hahahahahahaha.......

Sampai disini dulu ya ceritanya, soalnya diriku masih sibuk mikirin headband dan sash buat kepesta nanti.


Kamis, 26 Januari 2012

Death By Smoke


Seriously!!!!
Kenapa sih ada aja orang di dunia ini yang keukeuh merokok di depan, ralat TEPAT DI MUKA ORANG LAIN!!!


Mungkin bagi sebagian merokok itu asyik, gaul, cool, or whatever lah. Gak masalah lah kalo mau merokok, tapi setidaknya jangan ikut merugikan orang lain dong. Pernah gak kamu-kamu sekalian para perokok dikasih makanan atau benda yang paling kamu jauhin seumur hidupmu tapi seorang yang tidak dikenal malah sok-sok-an menyodor-nyodorkan makanan atau benda itu ke kamu. Gimana rasanya????!!!!

Enak? Enak? ENAK GAK???!!!!

Enggak kan! Yah, sadar dong, begitu jugalah rasanya buat kita. Stop smoking in front of other peoples. Sudah sewajarnyalah rakyat Indonesia ini dididik untuk bersikap sopan. Bullshit-lah dengan semua kebudayaan, adat istiadat yang memang sedari dulu membentuk pria/wanita Indonesia memakai rokok sebagai bagian dari tradisinya. Move on! Berasimilasi dong dengan perkembangan dunia. Tahu gak sih rokok tuh banyak banget resikonya? Pasti tahu, cuma belagak bego aja. Alasannya kalo gak merokok bisa gemuklah, kalo gak merokok gak bisa mikirlah, bla...bla...bla.... Emang otak situ kali yang dah soak. Refresh gih! Mau tahu caranya? Berhenti merokok, biar kandungan oksigennya makin banyak. Edan! Emang situ dari bayi dikasih rokok buat belajar apa?

Selain udah berdosa karena ikut serta dalam usaha pembunuhan manusia secara massal, perokok juga berdosa karena udah bikin orang lain yang merasa terganggu menjadi marah. Contohnya ya saya ini. Sesak Pak! Sesak banget rasanya! 

Kadang kalo mood lagi jelek banget, tiba-tiba terlintas di kepala buat langsung marahin perokok-perokok itu. Yang parahnya kalo dikasih tahu baik-baik, perokok tuh suka malah nambah ngisap dalam-dalam rokoknya. BT gak sih jadinya? Tolonglah dengan segala hormat, hormati orang lain disekitar Anda.

Padahal kalo anaknya dirumah ketahuan merokok, bapaknya bakal senewen. Pake acara marah-marah. Katanya :"Dasar anak kurang ajar, kecil-kecil udah merokok. Besar mau jadi apa kamu?!" 
Untung anaknya gak balas : "Dasar bapak gak tahu diri! Sudah besar masih belum tahu harus berbuat apa. Mau cepat mati kamu?"

Buat para perokok yang baca entry ini, tolong berhenti merokok di depan orang lain.
Sekian dan terima kasih.

Note : Saat ini penulis mengetik dengan penuh kemarahan. Apabila dikemudian hari Anda tidak berkenan dengan tulisan ini, silahkan salahkan perokok.

Rabu, 25 Januari 2012

First Field Trip


Sabtu lalu, jadwal field trip pertama kami. Yes!!! Ini pertama kalinya jalan bareng anak-anak preschool.  Bukan one on one seperti biasanya, tapi kali ini kami akan pergi keroyokan. Tiga murid plus dua guru kok dibilang keroyokan? Pasti menurut orang-orang itu sepele banget. Tapi percayalah, jika Anda berhadapan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus, tiga anak juga udah kerasa banget banyaknya. Hehehe....
Dengan memantapkan hati dan meneguhkan iman kami berangkat dengan penuh perjuangan. Puji Tuhan di awal perjalanan Adella dan Augino gak bertingkah yang aneh-aneh. Mereka menuruti semua kata-kata Miss Ichin (ya Tuhan kenapa gak selalu seperti ini? : berdoa, berdoa, dan selalu BERDOA). 

"Augi ayo ke kamar mandi, pipis dulu. Ok, selanjutnya Adel, pipis dulu. Bunga, ayo pipis dulu." Eh.... Bunga kenapa lagi dirimu????

Ternyata, pagi itu Bunga (nama sebenarnya) memutuskan untuk ngambek. Banyak hal yang bikin mood anak autis berubah 180 derajat. Mulai dari memang dari sononya anak autis belum bisa mengontrol emosi mereka, makanan yang mereka makan, aktivitas mereka yang tidak seperti biasanya, dan berjuta hal lainnya. Wuiihhhh... Dan Bunga memilih hari ini untuk ber-bad mood ria.
Aku udah nentengin kantongan plastik yang isinya bola buat mainan anak-anak plus tenda buat tempat main anak-anak, plus kanan-kiri menggenggam tangan Adel dan Augi. Sementara Bunga milih duduk di lantai teras yang basah sisa hujan kemarin sambil menghentak-hentakkan kaki atau melempar apa aja yang ada didekatnya.

Ayo dong, Bunga...? Augi dan Adel udah excited aja mau jalan-jalan. Bunga malah BT karena begitu sampai sekolah malah diajak keluar jalan-jalan bukannya main didalam ruangan seperti biasanya. Demi kenyamanan bersama, aku mengajak Adel dan Augi untuk naik mobil duluan. Sempat takut juga rasanya waktu bawa anak-anak keparkiran yang letaknya tepat di tepi jalan, takut tuh anak-anak inisiatif sendiri menghadang mobil -mobil yang melaju kencang trus alhasil mereka wasallam dan diriku berakhir dibalik jeruji. Dan puji Tuhan,  entah kesambet apa, Adel dan Augi memilih hari ini untuk bersikap baik. Hahahahaha (leganya tak terkira).
Setelah bermenit-menit kemudian Miss Inri datang sambil menggendong Bunga. Bunga ternyata udah mengeraskan hatinya untuk bikin kami kelenyeran hari itu. 

Singkat cerita kami semua udah berada di mobil yang disupirin sama abangnya Miss Inri. Terimakasih ya Bang, masih mau sempatin waktunya buat bawa kami semua. Dalam perjalan Augi yang duduk didepan duduk dengan tenang, keasyikan nih anak kalau dibawa jalan-jalan makanya bawaannya anteng. Lain halnya Adel, suka banget teriak: "Diam! Diam! Diam!" Lah Nak, emangnya sapa yang ribut dari tadi?

Sesampainya di tempat tujuan (Bukit Kubu), aku langsung minta bantuan Augi untuk bawain tendanya (suwer! tendanya ringan! lagian cuma sebentar gitu kok). Yah, dengan Adel dan Augi yang kugenggam erat ditangan kanan-kiriku kami berjalan dengan penuh sukacita dihati. Sedangkan Miss Inri masih ketinggalan dibelakang sambil menuntun Bunga yang masih gak comfort banget dengan lingkungannya.

Digelarlah tikar, tenda dibuka. Wah... segarnya udara pagi ini. Ayo anak-anak jalan dirumput dengan kaki telanjang, rasakan udara pagi. Ini terapi embun buat kalian. Hisap udaranya dalam-dalam. Huachiiiii!!! Malah diriku yang kena flu jadinya. Hahahaha....

Baru duduk sebentar, ternyata Augi udah mulai berulah. Mulailah dia melempar sandal, tempat minum, dan entah apa lagi yang dilihatnya. Syukurlah badanku berat, kalo gak rasa-rasanya jadi korban lemparan Augi juga. 

Eh, ada layangan, begitu dipasang tali, layangannya langsung dibolongin sama Adel. Selamat tinggal layangan, maaf dirimu berakhir di pembuangan.Tapi hari ini Adel dan Augi sangat bisa menikmati perjalanan mereka. Augi lari-lari sambil tendang bola sampe jauh banget. Adel menikmati bola-bolanya didalam tenda dan menolak keluar. Udah serasa rumah sendiri dia. Sedangkan Bunga, memilih untuk diam mematung sambil lirik kanan kiri, ngambek-ngambekan.

Eh, si Bunga pergi dari base camp menuruni bukit. Giliran disuruh mendaki bukit dia nolak, maunya kalo naik-naikan itu digendongin. Jadilah Miss Inri seharian menggendong Bunga kembali setiap kali dia pergi menghilang dari hadapan.

Tiba saatnya tea time. Augi dengan hati malaikatnya, membagi makanannya dengan Adel. Setelah aku lihat-lihat, pantesan aja makanannya dibagi, ternyata ada sayurnya. Huuhh.... Kecil-kecil udah bermodus aja nih Augi.Sementara Bunga memilih hanya memakan potongan paha ayamnya, sedangkan yang lainnya diabaikan begitu saja.

Kita juga masih sempat foto-foto, main tiup busa sabun, main layangan bolong, lari-larian, tendang-tendang bola. Intinya menghabiskan waktu bersama mereka cukup mengasyikkan terutama kalau menyisihkan bagian dimana mereka bertingkah sesuka hati mereka.

Ayo anak-anakku yang tercinta. Berjuanglah! Doa Miss selalu bersertamu. Semakin berkembanglah semakin hari. Semoga suatu saat nanti jika kita bertemu kembali Miss melihat kalian tertawa, bermain, bercanda, dan belajar bersama anak-anak lainnya. Bravo anak-anakku!!!!

PS: I just realize that this is my first entry for this year. Happy new year all...!!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Yah..... Kok Gitu Sih????

Anto dan Dina dua sejoli, menjalin cinta sejak kuliah.
Suatu hari mereka bertengkar.
Bertengkar hebat, akhirnya berpisah.

Anto sadar, dia butuh teman baiknya.
Teman baiknya bernama Ratna.
"Hai Ratna," kata Anto.
"Aku sudah putus dengan Dina."
Ratna hanya diam saja
"Mungkin," lanjut Anto, "memang seharusnya kita dari dulu bersama."
"Ratna, mau gak jadi pacarku?"
Deg... Deg... Deg...
Jantung Ratna berdetak tak karuan.
Karena memang sebenarnya Ratna sudah lama memendam rasa pada Anto.
Mencoba untuk berpikir jernih, Ratna menolak Anto.

Beberapa hari kemudian, Ratna tak sengaja bertemu dengan Anto.
Anto masih berusaha menarik hati Ratna.
"Rat, kita bersama ya?"
Ratna memandang kekejauhan.
"Anto, jangan begitu. Kau harus tahu, Dianlah yang selama ini selalu bersamamu."
"Kau tak butuh aku disisimu, pergilah cari dia kembali."

Anto tersadar dengan kata-kata Ratna.
Dia tersenyum pada Ratna lalu berlari menuju Dian
"Dian...!!! Maafkan aku!", teriaknya.

Lah?? Kok???
"Anto!!!" Teriak Ratna dalam hati
"Aku kan cuma basa-basi, kok kamu malah tersadar sih", rintih Ratna dalam hatinya
Habislah sudah kesempatan jadi kekasih hati Anto
Ratna cuma bisa cengar-cengir menertawakan kebodohannya.

Inspired by my own dream